
Age: 47
male
Kiki Narendra, (born on June 28, 1979, in Banjarmasin), is an Indonesian actor and musician who has made significant contributions to the country's entertainment industry. He made his acting debut in 2012, starring in the film Hi5teria. Besides acting, Kiki is also active in music as the guitarist for the rock band Lucka. Throughout his career, Kiki has appeared in various films and television series, including roles in horror movies such as Perempuan Tanah Jahanam (2019) and Preman (2021). His role as Bambang in Perempuan Tanah Jahanam earned him a nomination for Best Supporting Actor at the 2020 Indonesian Film Festival (FFI). He was nominated in the same category at FFI 2021 for his role in Preman. Additionally, Kiki won the "Outstanding Short Performance" award at the 2023 Piala Maya. With his dedication and talent, Kiki Narendra continues to be recognized as one of the most respected actors in the Indonesian film industry.

Kiki Narendra

Achmad Soebardjo
for Achmad Soebardjo in The Proclamators
Suggested by alrizky

Dwitunggal bangsa Indonesia, Dynamic-Duo, Soekarno -Hatta. Merka adalah dua individu yang seolah menjadi satu - senyawa. Dua sahabat yang bercita-cita dan berjuang untuk Indonesia yang merdeka Berdaulat, Adil dan Makmur. Pemulaan konflik besar pertama antara dwitunggal terjadi saat Soekarno dan tiga rekannya, Gatot Mangkupraja, Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja ditangkap Belanda. Hal ini tertuang pada otobiografi Hatta berjudul 'Untuk Negeriku: Berjuang dan Dibuang' Setelah penangkapan itu, Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikannya bubar. Petinggi partai membentuk partai baru bernama Partai Indonesia (Partindo).. Hatta menyesalkan hal itu terjadi dan tidak setuju pembentukan Partai Indonesia akhirnya membentuk PNI-Baru atau Pendidikan Nasional Indonesia. Dan Soekarno bergabung ke Partindo. Sebenarnya Hatta berharap banyak dari PNI. Namun, politik agitasi ala Soekarno malah berakibat antiklimaks. "Pembubaran PNI memalukan dan perbuatan itu melemahkan pergerakan rakyat," ucap Hatta dalam buku itu. Namun mereka berdua tidak mematahkan persahabatan, mereka hanya berbeda arah memandang, anggaplah jika didalam sebuah kendaran, katakanlah mobil, Soekrarno melihat ke kiri sedang Hatta melihat ke kanan atau sebaliknya Soekarno melihat ke kanan dan Hatta melihat ke kiri, namun satu tujuan bersama, Kemerdekaan bangsa Indonesia.
